Selasa, 28 Februari 2012

TUGAS LEADERSHIP AND ORGANIZATIONAL BEHAVIOR

TUGAS LEADERSHIP AND ORGANIZATIONAL BEHAVIOR
Makalah Ini Dibuat Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Ujian Sisipan Mata Kuliah Leadership and Organizational Behavior Magister Manajemen – Universitas Widyatama Triwulan ke II.






Dibuat Oleh :
Nama : Kanti Rahayu Utami
NPM : 1.425.W002




MAGISTER MANAJEMEN – UNIVERSITAS WIDYATAMA
BANDUNG
2011

1.    Ya, rencana modifikasi perilaku tersebu akan berhasil, karena telah terbukti bahwa pada awalnya pada hari senin rata-rata 26% karyawan administrasi absen dari pekerjaan mereka, tapi untuk saat ini setelah berjalan sekitar 4 bulan, maka keabsenan pada hari senin berkisar 6% per harinya. Dari segi rencana modifikasi perilaku pada kasus tersebut sudah berhasil dengan cara diiming-imingi undian berhadiah, tetapi modifikasi prilaku tersebut tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan biaya akibat keabsenan tersebut, karena karyawan cenderung memaksakan untuk datang ke tempat kerja meskipun mereka benar-benar sakit hanya untuk tetap memenuhi syarat untuk dapat ikut undian dan mereka sebenarnya tidak dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Sehingga tidak akan terlalu signifikan untuk dapat menurunkan biaya akibat keabsenan kurang lebih sekitar Rp. 10 juta per minggu.

2.    Sebaiknya kayawan yang sakit tidak perlu memaksakan datang ke tempat kerja dikarenakan :
·      Hal ini akan memperburuk penyakit dan keadaan karyawan tersebut, seharusnya diberikan waktu beberapa hari untuk beristirahat sehingga dia dapat melakukan aktivitasnya kembali setelah fit.
·      Selain itu untuk menghindari penyebaran virus yang mungkin akan menyebar ke karyawan lainnya jadi diharapkan karyawan yang sakit dapat secara intensif mengobati penyakitnya.

Yang dapat dilakukan untuk menanggulangi kasus tersebut adalah :
·      Memberikan penjelasan bahwa kalau dipaksakan masuk kerja maka akan mengganggu operasional karyawan yang lain karena dimungkinkan akan menyebarkan virus penyakitnya.
·      Memberikan penggantian biaya pengobatan bagi karyawan yang sakit sampai batas limit biaya tertentu yang ditetapkan perusahaan.
·      Dapat mendelegasikan pekerjaan karyawan yang sakit tersebut ke karyawan yang lain, jadi dia akan lega untuk meninggalkan pekerjaannya dalam beberapa hari untuk istirahat apabila ada organisasi yang mem-back up pekerjaannya.


3.    Pertimabangan etis yang harus dipertimbangkan sebelum menggunakan program modifikasi perilaku dalam lingkungan kerja :
·      Tetap berpegang teguh pada tujuan awal (misal pada kasus ini tujuan awalnya untuk mengurangi biaya akibat keabsenan kurang lebih sekitar Rp. 10 juta per minggu.
·      Program tersebut harus tetap memperhatikan dari segi kemanusiaan dan mudah untuk dilaksanakan tanpa harus mengabaikan kesehatan karyawan.
·      Program tersebut berjalan perlahan-lahan tapi secara kontinyu terus meningkat ke arah yang lebih baik, jangan sampai terjadi perbaikan yang sangat signifikan, tetapi setelah itu langsung terjadi drop / penurunan pula yang sangat signifikan.

4.    Menunjukkan perilaku krisis dengan tepat dianggap sangat penting dalam penerapan modifikasi perilaku karena apabila kita tidak kritis dan hanya bersikap nerimo (pasrah) terhadap proses modifikasi perilaku, maka hasil dari proses tersebut tidak akan sesuai  dengan keadaan yang ada, jadi mungkin akan terjadi keterpaksaan dalam perubahan tingkat kesulitan pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan dan keadaan lingkungan karyawan tersebut dan akan menyebabkan tidak tercapainya tujuan awal dari proses modifikasi perilaku ytersebut (misal : untuk mengurangi biaya perusahaan).

Seorang manager harus mengetahui tingkat motifasi bawahannya untuk berkembang/berubah/change karena tujuannya adalah :
·      Untuk mengetahui batas minimal dan maksimal tingkat motivasi seluruh bawahannya, sehingga dia memiliki indikator kapan karyawannya harus mulai diberi motivasi? Dan sampai batas maksimum kapan karyawan tersebut diberi motivasi.
·      Selain itu untuk mengetahui minat dan bakat masing-masing karyawan sebagai pertimbangan kenaikan pangkat (promosi) dan pemberian bonus, apakah karyawan tersebut memiliki motivasi untuk terus maju dalam karirnya? Bila iya maka manager harus memberikan kesempatan dan arahan untuk memberikan promosi yang layak baginya.
·      Untuk mengetahui rencana pemberian pendidikan dan pelatihan (Diklat) seperti apakah yang cocok bagi karyawan tersebut untuk peningkatan karirnya di masa yang akan datang.


skema / gambar Unfreezing the status quo





                                      Restraining Forces


           Desire
           State                                                                           REFREEZING




                                                              MOVEMENT



                           
           Status     
           Quo            UNFREEZING
                                                                           Driving Forces





                                                                          Time
                                                              
Pendekatan dalam Manajemen Perubahan Organisasi

Pendekatan klasik yang dikemukaan oleh Kurt Lewin mencakup tiga langkah. Pertama : UNFREEZING the status quo, lalu MOVEMENT to the new state, dan ketiga REFREEZING the new change to make it pemanent
           Selama proses perubahan terjadi terdapat kekuatan-kekuatan yang mendukung dan yang menolak . Melalui strategi yang dikemukakan oleh Kurt Lewin, kekuatan pendukung akan semakin banyak dan kekuatan penolak akan semakin sedikit.

Unfreezing : Upaya-upaya untuk mengatasi tekanan-tekanan dari kelompok penentang dan pendukung perubahan. Status quo dicairkan, biasanya kondisi yang sekarang berlangsung (status quo) diguncang sehingga orang  merasa kurang nyaman.

Movement : Secara bertahap (step by step) tapi pasti, perubahan dilakukan. Jumlah penentang perubahan berkurang dan jumlah pendukung bertambah. Untuk mencapainya, hasil-hasil perubahan harus segera dirasakan.

Refreezing : Jika kondisi yang diinginkan telah tercapai, stabilkan melalui aturan-aturan baru, sistem kompensasi baru, dan cara pengelolaan organisasi yang baru lainnya. Jika berhasil maka jumlah penentang akan sangat berkurang, sedangkan jumlah pendudung makin bertambah.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar